USULAN CUTI

  • 21 Januari 2020

SURAT EDARAN

NOMOR : B/850 / 2669 / BKD.P21.3.SETDA/2019

TENTANG

USULAN CUTI

 

      Dalam rangka peningkatan pelayanan kepegawaian khususnya dalam pengusulan cuti serta mengingat  Peraturan  Badan Kepegawaian Daerah Nomor : 24 Tahun 2017 Tanggal 22 Desember 2017 tentang tata cara Pemberian Cuti Pegawai Negeri Sipil, maka bersama ini diinstruksikan bahwa permohonan cuti disampaikan kepada Badan Kepegawaian Daerah dalam bentuksoftcopy dan dikirimkan melalui email untuk dilakukan verifikasi dokumen oleh admin Badan Kepegawaian Daerah. Paling lambat 7 hari sebelum tanggal cuti dimohonkan. Adapun mekanisme dan kelengkapan berkas pengusulan cuti adalah sebagai beriku

 1. Pengajuan berkas usulan cuti diusulkan dalam bentuk softcopy (pdf) yang dikirimkan melalui alamat email : cuti.asn.tabu@gmail.com

 2. Kelengkapan berkas usulan dibagi dalam:

  a. Berkas cuti melahirkan terdiri dari:

  • Surat pengantar dari SKPD;
  • Lembar usulan cuti yang sudah ditanda tangani atasan langsung;
  • SK CPNS / PNS (bagi PNS) atau SK PTT (bagi PTT);
  • Surat Keterangan Persalinan dari Bidan atau Dokter;
  • Bukti LHKASN bagi penjabat eselon IV;
  • Bukti LHKPN bagi penjabat eselon III dan II.

   b. Berkas cuti tahunan terdiri dari:

  • Surat pengantar dari SKPD;
  • Lembar usulan cuti yang sudah ditanda tangni atasan langsung:
  • SK PNS CPNS / PNS;
  • Bukti  LHKASN bagi penjabat eselon IV;
  • Bukti LHKPN bagi penjabat eselon III dan II.

   c. Berkas cuti alasan penting terdiri dari:

  • Surat pengantar dari SKPD;
  • Lembar usulan yang sudah ditanda tangani atasan langsung;
  • Surat tanda daftar menikah dari KUAm / Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat (dibagi yang akan melaksanakan pernikahan);
  • Surat ijin sementara (bagi PNS yang mengalami hal mendesak);
  • Bukti LHKASn bagi eselon IV;
  • Bukti LHKPN bagi eselon III dan II.

   d. Berkas cuti besar terdiri dari:

  • Surat pengantar dari SKPD;
  • Lembar usulan cuti yang sudah ditanda tangani atasan langsung;
  • SK CPNS / PNS (bagi PNS) atau SK PTT (bagi PTT);
  • Bukti LHKASN bagi penjabat eselon IV;
  • Bukti LHKPN bagi penjabat eselon II;
  • Surat Keterangan dari Biro Haji / Umroh (bagi yang melaksanakan ibadah).

   e. Berkas cuti sakit terdiri dari:

  • Surat pengantar dari SKPD;
  • Lembar usulan cuti yang sudah ditanda tangani atasan langsung;
  • SK PNS;
  • Surat keterangan sakit dari Rumah Sakit atau Dokter yang merawat;
  • Bukti LHKASN bagi penjabat eselon IV;
  • Bukti LHKPN bagi penjabat eselon III dan II.

 3. Bahwa dalam hal pengusulan cuti dinyatakan belum lengkap atau lengkap, admin Cakan melakukan konfirmasi kepada admin SKPD melalui email.

 4. Bahwa dalam hak usulan cuti telah disetejui, admin SKPD dapat mengambil Surat Cuti pada Badan Kepegawaian Daerah dengan membawa surat pengantar SKPD yang sebelumnya dikonfirmasi terlebih dahulu oleh admin BKD  

 

  • 21 Januari 2020